Kamis, 10 Mei 2012

Kegiatan Untuk Merangsang Saraf Motorik | bayi



Kegiatan Untuk Merangsang Saraf Motorik




Gerakan motorik adalah serangkaian gerakan yang menghasilkan sebuah aksi yang mulus dan terkoordinasi, dengan tujuan menyelesaikan suatu tugas. Gerakan motorik dibagi dua, motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar berkaitan dengan gerakan-gerakan besar yang melibatkan tenaga dan beberapa bagian otot.
Duduk, berjalan, memanjat, merangkak, berlari, menendang, adalah termasuk gerakan motorik kasar. Sedangkan, motorik halus berkaitan dengan gerakan-gerakan yang membutuhkan ketelitian, seperti pincer grasp (kemampuan memegang benda dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan), mewarnai, dan menggunting.
Ada pula orang-orang yang gerakan motoriknya tergolong ambidexter, atau bisa dilakukan oleh kedua bagian tubuh (misalnya, bisa menulis baik dengan tangan kiri maupun tangan kanan). Di masa balita, perkembangan saraf bayi dan perkembangan motorik bayi amat pesat.
Ada banyak pilihan kegiatan yang bisa dilakukan untuk merangsang tidak hanya perkembangan saraf, tetapi juga mendorong perkembangan otak dan kecerdasan bayi.
Untuk motorik kasar, variasi kegiatannya, antara lain: berenang, bermain bola, bermain melompat, menari, dan bermain melempar. Ada pula permainan baby gym yang merangsang bayi untuk menendang dan merangkak.
Sementara, untuk motorik halus, sekaligus melatih kreativitas bayi, tersedia permainan-permainan yang memang membutuhkan konsentrasi dan gerakan halus, seperti: bermain play-dough (lilin yang bisa dibentuk), melipat (untuk anak di atas empat tahun, anda bisa mengajarkannya melipat dan membentuk benda-benda sederhana, seperti topi dan kapal),finger painting, mewarnai, mengancingkan bajunya sendiri, menggambar bebas, dan menggambar mengikuti pola titik-titik.
Kini juga dijual berbagai mainan dari kayu yang bertujuan merangsang motorik halus anak, seperti mencocokkan bentuk benda dengan tempatnya dan menggerakkan bola atau kotak kayu di sepanjang sirkuit. Saat menemani anak bermain, penting untuk diingat agar selalu menjaga keamanan dan kebersihan tempat.
Anda pun harus senantiasa memberikan pujian, karena kemampuan motorik berkaitan erat dengan perkembangan fisik dan kepercayaan diri anak. Stimulasi saraf motorik juga dipercaya dapat merangsang perkembangan IQ bayi anda. Ketahuilah bahwa ada milyaran sel otak bayi yang menunggu untuk dinyalakan.

-----------

Kegiatan Untuk Merangsang Saraf Motorik


Betapa Berharganya Seorang Anak

Betapa Berharganya Seorang Anak


Walaupun informasi sudah lebih banyak dan mudah didapat, namun masih banyak para orangtua di lingkungan kita yang belum memahami betapa pentingnya membesarkan serta membimbing anak-anak secara ikhlas dan sungguh-sungguh.

Ilustrasi: www.123rf.com
Ada banyak hal yang menyebab para orangtua tidak dapat maksimal mencetak anak yang baik, sesuai dengan harapan orangtuanya. Beberapa hal tersebut diantaranya adalah karena orangtua tidak cukup waktu memperhatikan dan mengurus anak-anaknya karena sibuk bekerja. Ada juga orangtua yang tidak terlalu sibuk tetapi tidak tahu harus bagaimana membesarkan anak-anaknya. Selain itu, ada juga orangtua yang tahu bagaimana ia harus membesarkan dan membimbing anak-anaknya, tetapi ia tidak mau melakukannya.

Sejatinya, mendampingi dan mendidik anak bukanlah pekerjaan yang mudah. Dalam melakukan pekerjaan ini diperlukan sikap tanggung jawab, niat yang ikhlas dan juga sifat yang sabar, karena banyak hal yang perlu dilakukan berulang-ulang, misalnya ketika anak harus selalu diingatkan, orangtua harus terus menasehatinya.

Kita sepakat bahwa setiap anak adalah unik dan berbeda.  Oleh karena itu, adalah sangat penting bagi orangtua dapat memahami sifat dan karakter masing-masing anak. Memahami karakter setiap anak dapat memudahkan orangtua dalam mengarahkan dan membimbing anak-anaknya. Membesarkan anak yang satu dengan yang lainnya sering kali harus dengan pendekatan yang berbeda. Misalnya, anak yang pertama memiliki sifat yang lebih sensitif daripada anak yang bungsu, pendekatannya tentu akan kurang sesuai jika dilakukan dengan cara yang keras, begitu juga sebaliknya.

Membesarkan anak dengan sungguh-sungguh memang perlu pengorbanan yang tidak sedikit. Orangtua perlu berkorban waktu, tenaga, pikiran, perasaan dan juga materi untuk menafkahinya. Tetapi, yakinlah bahwa segala pengorbanan yang diberikan untuk mendampingi anak tersebut, cepat atau lambat akan segera kita petik hasilnya. Seperti tercantum dalam buku karya  Ali Hasan (2011) menyatakan bahwa sesungguhnya segala proses yang dilakukan orangtua dalam mendidik anak merupakan proses yang menjamin diri orangtua itu sendiri. Keberhasilan orangtua dalam mendidik anaknya searah dengan jaminan bagi diri orangtua tersebut. Sehingga, seharusnya orangtua tidak lalai dalam proses mendidik anak. Sebab, ia melakukan pekerjaan tersebut semata-mata untuk keberuntungan dirinya sendiri, baik di dunia maupun di akhirat.

Jaminan di dunia, orangtua yang telah berhasil mencetak anaknya menjadi seseorang yang baik di mata keluarga dan juga lingkungannya, orangtua tersebut akan mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan yang berimbang dengan keberhasilan yang dicapai oleh anaknya tersebut di dunia. Misalnya, ketika seorang anak soleh itu berhasil dalam meraih kehidupannya di dunia, kecil sekali kemungkinannya membiarkan orangtuanya berada dalam penderitaan. Minimal orangtuanya tersebut akan mendapatkan kebahagiaan berupa materi dari anaknya.

Jaminan di akhirat. Ketika orangtua meninggalkan anak soleh, seperti yang dijanjikan oleh Alloh SWT, orangtua tersebut akan ditinggikan derajatnya (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Baihaqi) dan akan selamat dari siksa neraka (HR. Baihaqi). (yer)


link
 
hostgator coupon